Senin, 08 Februari 2010
"sehat adalah mahal", itu kata kebanyakan orang dewasa ini. ini dibuktikan bahwa selama ini kebanyakan orang sulit untuk mendapatkan jaminan kesehatan. memang pemerintah melalui departemen kesehatan telah menerapkan program jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat), tetapi dalam kenyataannya di lapangan, banyak sekali orang-orang yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan kesehatannya diwaktu mereka sakit. entah itu bayarnya mahal, obatnya mahal, ataupun rumah sakitnya kurang peduli dengan orang yang kurang mampu. nah, agar kita dapat mempertahankan kesehatan kita sebeleum sakit,ni dia tips untuk hidup sehat yang aku ambil dari http://intl.feedfury.com/content/16689405-tips-hidup-sehat.html.
1. Cukupilah Kebutuhan Gizi Anda
2. Hindarilah LemaK Berbahaya
3. Janganlah pernah Lupa Sarapan
4. Makan Sayur dan Buah yang cukup
5. Minum Air Minimal 8 Gelas Sehari
6. Pertahankan Berat Badan yang Ideal
7. Olah raga yang teratur
8. Cukup Istirahat
9. Hindarilah Rokok dan Minuman Beralkohol
10. Selalu Berpikir Positif
11. Luangkanlah Waktu Untuk Diri Sendiri
12. Perhatikanlah Kebersihan
13. Periksakanlah Kesehatan Anda Secara Teratur
14. Untuk Sumber Makanan, Minuman dan Suplemen pilihlah Bahan Alami
15. Mengkonsumsi Suplemen Sesuai Kondisi dan Kebutuhan Tubuh.
semoga ada manfaatnya ya. terima kasih
Malang benar nasib dua orang ibu ini. Aswanah (50) dan Asmiah (52) terpaksa bersabar menunggu tabungannya cukup untuk membayar biaya pengobatan dan uang muka rumah sakit, sementara penyakit mereka terus menyiksa.
Dua orang ibu ini mengaku tak sanggup membayar biaya pengobatan penyakitnya dan merasa dipersulit dalam mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan surat keterangan tidak mampu (SKTM) tak cukup membantu mereka untuk bebas membayar biaya pengobatan.
Ketika beraudiensi dengan pejabat di Kementerian Kesehatan, Senin (8/2/2010), Aswanah yang menderita luka pada matanya akibat kemasukan benda tumpul itu mengaku masih harus membayar setengah biaya dari yang ditentukan rumah sakit, yakni sekitar Rp 10 juta. Padahal, saat itu Aswanah memegang kartu Jamkesmas sebagai tanda bebas biaya.
Sebagai istri tukang becak yang tinggal di Kampung Merak, Kecamatan Suka Mulya, Tangerang, jelas-jelas Aswanah tak mampu jika harus membayar sejumlah tersebut. "Duit dari mana sepuluh juta? Laki aja di Sentiong nge-becak. Saya bilang (kepada pihak rumah sakit) mau kompromi dulu di rumah sama sodara. Padahal, enggak punya uang. Lima ratus perak kalau lagi enggak punya uang mah enggak punya," kata Aswanah dengan logat Bantennya.
Sama halnya dengan Aswanah, Asmiah terpaksa bersabar menunggu uang turun dari langit untuk membiayai penyakitnya. Terlebih, sebagai penduduk miskin, Asmiah ternyata tidak memiliki Jamkesmas.
Bermodal SKTM, Aswiah berharap mendapat bantuan pengobatan dari pemerintah. Namun, keruwetan birokrasi memaksanya menyerah mendapatkan bantuan, sementara tumor yang bercokol di perut Asmiah sejak enam tahun lalu semakin besar dan menyakitkan.
"Harapan saya, kalau bisa kepingin sehat saja. Balik lagi kayak dulu. Sekarang enggak bisa kerja apa-apa, duduk enggak kuat," ujar Asmiah, istri seorang kuli bangunan itu.
Melihat kesulitan kedua ibu itu mendapat bantuan di kala sakit, timbullah pertanyaan, salahkah jika penduduk miskin sakit? Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Divisi Monitoring Pelayanan Publik, Ratna Kusumaningsih, mengatakan, seharusnya calon pasien miskin seperti Aswanah dan Asmiah tidak mendapat hambatan-hambatan dalam memperoleh hak sehat.
"Seharusnya tidak menjadi masalah. Bukan hanya biaya pengobatannya yang dijamin, tapi juga biaya pencegahan penyakitnya," ujar Ratna saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Seharusnya, lanjut Ratna, penduduk miskin seperti Aswanah dan Asmiah tak perlu mengeluarkan biaya untuk masalah kesehatan. "Kalau mereka sakit, harus ada jaminan yang pasti sehingga biaya-biaya yang mereka keluarkan untuk pengobatan bisa dialihkan ke yang lain," imbuh Ratna.
Sayangnya harapan itu tak sesuai dengan kenyataan. Masih banyak pasien miskin seperti Aswanah dan Asmiah yang tidak mendapat jaminan kesehatan. Jadi, salah siapa?
sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/08/17105160/
